Agama Islam Sungguh Sangat Luas Bagi yang Mendalaminya

  • Whatsapp
Agama Islam

Setiap orang punya pendapat sendiri-sendiri, namun apabila dia orang berilmu, sedikit banyak pendapatnya terpengaruh dengan alur ilmunya, sesuai dengan yang dia ketahui tentunya.

Agama Islam sungguh sangat luas bagi yang mendalaminya. Namun, mungkin terasa biasa bagi yang mengabaikannya. Laksana lautan menghampar luas, kalau dilihat dari permukaan, hanya beberapa kata, yakni biru membentang. Beda lagi bagi yang suka diving, waw, saking banyaknya sulit untuk menggambarkan, bahkan ada yang mengatakan, hingga sekarang belum ada yang mampu mengeksplorasi keseluruhan lautan, luar biasa.

***

Suatu ketika, Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama berjalan-jalan melewati para sahabat yang bergerombol asyik membicarakan sesuatu. “Apa yang kalian bicarakan?” tanya beliau Nabi SAW.

“Apa yang kami dengar darimu, ya Rasulallah.”

“Silahkan, —namun ingat,— yang berbohong atas namaku, persiapkan tempat duduknya di neraka jahannam!”.

Beliaupun berlalu meninggalkan para sahabat yang terdiam.

Setelah selesai dengan kebutuhannya, beliau Nabi SAW. kembali melewati mereka. “Lho? Kenapa kalian tidak diskusi seperti tadi?”

“Karena apa yang baru saja Engkau sabdakan, Ya Rasulallah”

“Tidak seperti itu yang kukehendaki (Diam karena takut gegeran membicarakan hadis, masuk jahannam). Yang kukehendaki, itu bagi yang sengaja melakukannya (Yakni sengaja memalsukan hadis, lalu mengembel-embelinya dengan ini dawuh Nabi. Kalau keliru tanpa sengaja, ya ga masalah)”. Lalu para sahabat dengan riang melanjutkan diskusinya.

Sebelum baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama meninggalkan mereka. Ada salah satu sahabat, yakni Sahabat Rafi’ bin Hadiij bertanya: “Ya Rasulallah. Kami sering mendengar hadis dari Anda. Bolehkah kami

menulisnya?”. Dan beliau Nabi SAW. menjawab, “Tulislah itu. Dan tiada dosa.”

***

Sahabat Abdullah bin Amr adalah salah satu yang paling banyak meriwayatkan hadis (Kata Sahabat Abu Hurairah: Tidak ada dari para sahabat Nabi SAW. yang hafal hadis lebih banyak dari saya, selain Abdullah bin Amr, sebab dia menulis, sedang saya tidak. Shahih Bukhari 113).

Suatu tempo, beliau pernah berkata: “Setiap apa yang kudengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallama, aku menulisnya, agar bisa kuhafal.

Namun, pernah para sahabat suku Quraish melarangku, kata mereka: ‘Kau menulis setiap apa yang Rasulullah SAW. katakan. Toh padahal, Rasulullah shallallahu alaihi wasallama juga manusia yang berbicara waktu marah dan hati lega’ (Selain itu, memang ada hadis lain yang

berbunyi: Janganlah kalian menulis sesuatu dari saya kecuali al-Quran. Barang siapa yang menulis dari saya selain al-Quran, maka hapuslah. HR Imam Ahmad).

Mendengar itu, aku hentikan kegiatan mencatatku.

Lalu, aku sowan Rasulllah SAW. dan menuturkan perkataan mereka.

Dan beliau bersabda: Tulislah! Demi dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, apa yang keluar dariku, hanyalah kebenaran.”

Wallahu A’lam

Nihayatul Murad Min Kalaami Khairil Ibaad Syaikh Abdul Ghaniy ad-Dimasykiy al-Hambaliy (w. 600 H.), Syamilah 2/119 dengan penyesuaian bahasa.

***

Nah! Dari kisah diatas saja, minimal dua hal yang bisa di pelajari:

1. Dimasa para sahabat, sudah ada beda pendapat, yang andai ditelisik dari sisi ilmu: Ketika muara sudah bercabang, berapa banyak kanal dan cabang sungai yang tercipta?! Bukankah kita tahu sama tahu, kalau para sahabat itu banyak yang mempunyai murid dan menyebar seantero bumi. Ketika gurunya sudah beda dengan lainnya, otomatis muridnya pun juga berbeda, dan semuanya membawa kebenaran. Lalu terciptalah madzab dan lainnya. Semua dari Nabi SAW. Namun dengan gaya dan penyampaian yang kadang berbeda. Nah! Inilah yang menjadikan ajaran Islam semakin luas, belum lagi ilmu-ilmu yang baru di ciptakan dengan inspirasi Qur’an-Hadis.

2. Mulai zaman dulu, zaman sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallama, hingga sekarang, ada manusia cerdas mudah hafal (Berbahagialah bagi yang punya sifat ini). Namun ada pula yang seperti hamba, ilmu keling (Nek nyekel kitab, agi iling; kalau pegang kitab baru ingat). Jadi, kalau di fb dalilnya bejibun. Ketika di dunia nyata, nggak hafal dalilnya. Hawong apa yang ditulis di fb saja sudah lupa ek Makanya saya menulis semampunya dengan berharap bisa menghafal lalu mengamalkan, walau kenyataan banyak zonk nya 😭😭😭

Kesimpulannya, semoga apapun yang tertulis disini bermanfaat baik untuk diri ataupun pembaca. Kalau salah, ya, silahkan dikoreksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *