Pengguna Facebook Banyak Sekali yang Alim

  • Whatsapp
Pengguna Facebook

Saya yakin haqqul yakin, kalau pengguna facebook banyak sekali yang alim. Main fesbuk hanya untuk penghilang jenuh. Riwa-riwi stalking. Nyuka berbagai macam hobi, aneka makanan sampai tempat-tempat indah di bumi. Atau hanya ingin menggali info terkini yang begitu cepat di belantara medsos ini. Sebab seperti halnya kontroversi celana panjang dan TV tempo dulu yang sebagian Kyai antipati. Facebook, whatsap atau medsos sekarang pelan tapi pasti bukanlah sebuah “aib”.

Namun, dengan berbagai alasan; malas ngetik, ndak fasihul yaad (Lincah tangannya), tidak suka berlama-lama berinteraksi sebab kesibukan di dunia nyata, atau alasan lainnya, Beliau-beliau yang aslinya ampuh ini, cuma seneng liat-liat, dan sesekali buat status ringan, kadang singkat namun penuh arti, komentar atau ngelike. Yah! Seperti tokoh Kebo Kanigara dalam kisah Nagasasra Sbuk Intennya SH. Mintardja, diam, ndak begitu nampak, tapi ampuhnya mengalahkan tokoh utama, Mahesa Jenar. 😀😀🙏

Untuk beliau-beliau ini, saya angkat topi tinggi-tinggi, minta doa dan koreksi, andai ada salah dari diri yang dhaif ini. 🙏🙏🙏🙏

Memang, dalam hal menyampaikan kebaikan di khalayak ramai yang majemuk, ada dua kubu: Tidak mau, dan mau.

1. Yang mau dan semangat, jelas punya dasar; mulai perjalanan hidup dakwah Nabi shallallahu alaihi wasallama pada Kafir Quraisy yang jelas-jelas banyak menolaknya, atau alasan bersaing dengan aliran lain. Bahkan, dulu yang antipati belajar dari internetpun, kadang kala kalau menjadi muballigh, khutbah, ngajar, atau lainnya, ngambil dari mbah google 😀😀😀 gak papa, yah, dunia selalu bergerak dan berputar, kan?!

2. Yang hanya ingin mengajar orang-orang yang benar-benar ingin belajar, seperti dawuh Imam Malik: “Ilmu didatangi, bukan mendatangi”, juga punya alasan sangat kuat, bahkan hadisnya ada!

Rasulullah shallallahu alaihi wasallama bersabda: “Bahaya ilmu adalah lupa, dan termasuk menyia-nyiakan ilmu adalah menceritakan/mengajarkan pada selain ahlinya” (Jamius-Shagir Imam Suyuthi, hadis nomer 12)

Senada hadis ini, Syaikh Luqman berkata: “Memindahkan bebatuan besar, lebih mudah daripada memahamkan orang yang tidak mau faham!”. Dan Imam Baihaqi menukil dawuh ulama Hadrami, “Jangan membicarakan hikmah dihadapan orang-orang bodoh, sebab ia akan mengatakan kau bohong. Jangan membicarakan kebatilan dihadapan ahli hikmah, sebab mereka akan memurkaimu. Jangan mencegah ilmu dari ahlinya, sebab akan berbuah dosa. Dan jangan membicarakan ilmu pada selain ahlinya, sebab ia akan membuatmu idiot (Saking jibegnya 😀). Sebab ilmu punya hak yang wajib kamu lakukan, sebagaimana harta yang punya hak untuk kamu lakukan (Yakni zakat dll.)”

Bahkan jauh-jauh hari Nabi DzulQurnain berkata: “Berbicara dengan orang yang tak faham perkataanmu, seperti menghidangkan makanan ke ahli kubur, dan seperti orang memasak besi berharap menjadikannya lauk.”

Wallahu A’lam bis-Shawaab.

Faidhul Qadir Imam al-Munawi 1/70 Cet. DKI.

Kalau alasan saya main fesbuk dan medsos: Tergantung sikon 😀😀😀😀 Kadang untuk pelepas penat, kadang daripada nganggur, kadang iseng, kadang tangan gatel pingin megang hape, dan kadang ingin belajar dan nambah ilmu. Pokoknya angin-anginan 🤤😅 Yang jelas kata guru saya: “Bahkan, Fiqh pun bisa dijadikan kejahatan. Sebab ia seperti pedang, tinggal siapa yang menggunakan.”

Selamat pagi, semuga semua sehat, berkah dan lancar rizki. Amin …

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *